SURABAYA – Ilmu pengetahuan sejatinya tidak pernah berhenti di ruang kelas, apalagi terkungkung batas negara.
Hal inilah yang diwujudkan oleh tim dosen Program Studi S1 Akuntansi Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Negeri Surabaya (FEB Unesa). Kegiatan ini bertemakan Pelatihan Pengelolaan Keuangan dengan Pemanfaatan Software Ms. Excel.
Acara ini diikuti oleh mahasiswa Institute of Science Innovation and Culture (ISIC), Rajamangala University of Technology Krungthep (RMUTK) Thailand, Kamis (18/9/2025) lalu.
Dan, kegiatan ini merupakan bukti kontribusi perguruan tinggi yang tidak hanya bermanfaat secara lokal, tetapi juga dapat menjangkau kancah internasional.
Ketua Tim Pengabdian Kepada Masyarakat Unesa Merlyana Dwinda Yanthi menekankan. bahwa penguasaan teknologi menjadi kunci di era ekonomi digital. Menurutnya, microsoft Excel bukan sekadar program angka, melainkan alat analisis yang bisa membantu kita berpikir lebih terstruktur, efisien, dan mampu membuat keputusan keuangan yang tepat.
“Keterampilan ini tidak hanya penting di dunia kerja, tetapi juga dalam mengelola kehidupan sehari-hari,” ujarnya melalui keterangan tertulis terima redaksi, Senin (29/9/2025) sore.
Perempuan akrab dipanggil Merlyana menyampaikan bahwa suasana pelatihan berlangsung hangat dan penuh antusiasme.
“Bagi tim Unesa, kegiatan lintas negara ini menjadi kesempatan berharga untuk memperkuat jejaring akademik sekaligus mengasah kemampuan berbagi ilmu dalam konteks internasional,” kata dosen S1 Akuntansi Unesa.
Dosen Akuntansi Unesa menjelaskan bahwa interaksi antarbudaya yang terjadi selama kegiatan memperkaya pengalaman kedua belah pihak.
“Mahasiswa Thailand mendapat pengetahuan praktis, sementara dosen Unesa mendapatkan wawasan baru tentang cara menyampaikan ilmu kepada audiens global,” jelasnya.
Tak berhenti pada satu kegiatan, ia pun berharap kegiatan ini juga membuka pintu kerja sama yang lebih luas antara FEB Unesa dengan Rajamangala University of Technology Krungthep.
“Sejalan dengan visi Unesa sebagai kampus berdaya saing global, program ini menegaskan komitmen perguruan tinggi untuk menghadirkan ilmu pengetahuan yang bermanfaat, melampaui sekat geografis,” harap Merlyana.
“Semoga pelatihan ini menjadi awal sinergi yang lebih erat antara Unesa dan RMUTK, serta membawa dampak positif bagi mahasiswa dalam membangun masa depan mereka,” tukasnya.
Merlyana menuturkan, langkah ini bisa dikatakan bahwa ilmu tidak hanya untuk dipelajari, tetapi juga untuk dibagikan agar semakin banyak generasi muda.
“Anak muda baik di Indonesia maupun mancanegara mampu mengelola keuangan dengan bijak dan siap menghadapi tantangan global,” pungkasnya.









Komentar